Bekasi, 18 September 2025 – Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta (FIP UNJ) melaksanakan kegiatan koordinasi magang mandiri di Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial Republik Indonesia. Kegiatan ini dilakukan pada Kamis, 18 September 2025, bersama Ibu Dedek Roslina selaku pembimbing dari Sentra Terpadu Pangudi Luhur dan Ibu Retno Dwi Lestari, M.Pd selaku dosen pembimbing dari Program Studi Pendidikan Masyarakat FIP UNJ.
Gambar Pelaksanaan Koordinasi Magang
Mahasiswa yang mengikuti magang adalah Adhwa Hanan Andina, mahasiswa semester 5, yang akan melaksanakan program sesuai dengan capaian pembelajaran lulusan Program Studi Pendidikan Masyarakat. Magang ini menekankan kemampuan mahasiswa dalam perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi program pendidikan dan pemberdayaan bagi masyarakat rentan dan marginal, khususnya di kawasan Bekasi.
Koordinasi ini juga menjadi langkah awal untuk memperkuat kerja sama antara FIP UNJ dan Sentra Terpadu Pangudi Luhur dalam mendukung penyelesaian berbagai masalah sosial di wilayah Bekasi. Salah satu agenda penting yang direncanakan adalah pelaksanaan pelatihan bagi staf di lingkungan Sentra Terpadu Pangudi Luhur. Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas staf dalam hal pendampingan, pemberdayaan, dan pelayanan sosial bagi kelompok rentan.
Selain itu, bentuk kerja sama lain yang digagas adalah pendampingan pelaksanaan Sekolah Rakyat. Program ini dirancang sebagai ruang belajar alternatif yang inklusif, dengan fokus pada pendidikan dasar, literasi, keterampilan hidup, serta pembentukan karakter bagi masyarakat marginal yang belum terjangkau oleh sistem pendidikan formal. Pendampingan ini tidak hanya memberikan dukungan teknis, tetapi juga memastikan keberlanjutan program melalui monitoring dan evaluasi yang terstruktur.
Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan mahasiswa magang dapat memperoleh pengalaman praktik lapangan yang bermakna sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Sementara itu, kerja sama yang terjalin antara dunia akademik dan lembaga sosial diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan sosial di tingkat lokal maupun nasional.


