Menguatkan Kompetensi Mahasiswa melalui Praktisi Mengajar Potensi dan Kebutuhan Belajar Masyarakat: Pembelajaran Lapangan dari CSR dan Model Homeschooling

Program Studi Pendidikan Masyarakat Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan kegiatan Praktisi Mengajar pada Kamis, 4 Desember 2025 secara daring untuk mahasiswa angkatan 2025. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber profesional yang membagikan pengalaman dan penerapan konsep pendidikan masyarakat dalam konteks pemberdayaan dan pendidikan alternatif. Narasumber pertama, Muhammad Adli, S.Pd., Community Development PT Perusahaan Gas Negara sekaligus alumni Pendidikan Masyarakat UNJ angkatan 2020, menyampaikan materi berjudul “Model Analisis Kebutuhan Belajar Masyarakat dan Model Pengajaran Pada Program Corporate Sosial Responsibility PT PGN Tbk Stasiun Pagardewa”. Ia memaparkan roadmap program dari tahun 2021 hingga 2026, yang diawali dengan root cause analysis terhadap persoalan masyarakat Pagardewa.

Permasalahan utama yang dihadapi para petani karet meliputi fluktuasi harga karet, kebakaran hutan dan lahan, serta keberadaan kelompok marginal yang tinggal di tengah kebun karet, yang semuanya memicu disparitas kesejahteraan. Menjawab tantangan tersebut, PT PGN mengembangkan pendekatan analisis kebutuhan belajar masyarakat serta model pengajaran berbasis Participatory Rural Appraisal (PRA) untuk memastikan proses pemberdayaan dilakukan secara partisipatif. Mahasiswa tampak antusias bertanya, terlebih karena narasumber merupakan alumni yang telah berhasil menerapkan kompetensi pendidikan masyarakat dalam dunia kerja.

Materi kedua disampaikan oleh Budi Kurnia Suhaeri, S.E., M.Pd., Ketua Yayasan Homeschooling Kak Seto, dengan topik “Cerdas, Kreatif, Ceria: Menggali Potensi Belajar Anak di Homeschooling Kak Seto”. Paparannya diawali dengan refleksi terhadap capaian kognitif siswa Indonesia berdasarkan hasil PISA yang dalam beberapa periode terakhir menempatkan Indonesia pada peringkat bawah dalam literasi, numerasi, dan sains. Kondisi tersebut mendorong Homeschooling Kak Seto untuk membangun konsep pendidikan yang lebih sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak Indonesia. Tagline “Cerdas, Kreatif, Ceria” menjadi landasan pembelajaran, di mana konsep cerdas dimaknai sebagai kemampuan intelektual yang dikembangkan sesuai regulasi namun tetap memperhatikan karakteristik setiap anak; kreatif dipahami sebagai kemampuan menghasilkan karya unik dan orisinal; sedangkan ceria merepresentasikan suasana belajar yang menyenangkan, yang diyakini berkaitan erat dengan peningkatan motivasi dan kesejahteraan psikologis peserta didik. Kegiatan Praktisi Mengajar ini memberi wawasan nyata bagi mahasiswa mengenai implementasi pendidikan masyarakat di berbagai konteks, sekaligus memperkuat relevansi integrasi teori dan praktik dalam proses pembelajaran di Program Studi Pendidikan Masyarakat UNJ.