Pelatihan Beautyshot melalui Participatory Photography: Strategi Penguatan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dalam Internalisasi Nilai Budaya Pengantin Tradisional pada Para Pengusji di LSK Tata Rias Pengantin

Jakarta, 30 Juli 2025 — Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Kemitraan Dunia Usaha, Pemerintah Daerah, dan Instansi Pendidikan (PPM-KDUPIP) telah sukses melaksanakan kegiatan bertajuk Pelatihan Beautyshot melalui Participatory Photography Methods sebagai Strategi Internalisasi Pengantin Tradisional pada Binaan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Tata Rias Pengantin (LSK TRP). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada 29–30 Juli 2025, bertempat di Menara Peninsula Hotel, Jakarta. Pelatihan ini merupakan kontribusi konkret terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya indikator 4.3 mengenai perluasan akses terhadap pendidikan teknis dan vokasi yang setara dan terjangkau, indikator 4.4 mengenai peningkatan keterampilan kerja dan kewirausahaan, serta indikator 4.7 yang mendorong pemahaman akan keberagaman budaya dan pelestarian nilai-nilai lokal.

Gambar 1. Penyerahan Piagam Penghargaan Dari Wakil Dekan III FIP UNJ, Dr. Siti Zulaikha, M.Pd., kepada Ketua Lembaga Sertifikasi Kompetensi Tata Rias Pengantin

Sebanyak 140 peserta yang terdiri dari penguji, pengelola Tempat Uji Kompetensi (TUK), pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), serta peserta didik yang tergabung dalam binaan LSK TRP, mengikuti pelatihan dengan antusias. Kegiatan ini menggunakan pendekatan participatory photography yang menekankan pada keterlibatan aktif peserta dalam proses belajar melalui eksplorasi pengalaman visual, pemaknaan sosial, serta penguatan kemampuan digital. Strategi ini dimaksudkan untuk menginternalisasi nilai-nilai budaya pengantin tradisional melalui dokumentasi visual yang berakar pada pengalaman nyata peserta.

Gambar 2. Praktik Fotografi dan Narasi Budaya

Pelaksanaan kegiatan dimulai dari proses inisiasi yang melibatkan tim pelaksana dan mitra untuk merumuskan tujuan bersama, menyusun materi, serta memilih metode yang sesuai. Tahap orientasi konsep dilanjutkan dengan pengenalan metode participatory photography dan penyamaan persepsi tentang tujuan pembelajaran. Dalam sesi pelatihan utama, para narasumber dari LSK TRP mengajak peserta mengeksplorasi empat gaya pengantin tradisional, mendokumentasikan nilai dan filosofi di balik riasan serta busana, membangun narasi foto yang kuat, dan mempublikasikannya melalui media sosial. Seluruh proses ini difasilitasi oleh mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Masyarakat Universitas Negeri Jakarta, yang mendampingi peserta dalam aspek teknis dan reflektif.

Gambar 3. Pemberian Testimoni Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dari Peserta

Setelah pelatihan, peserta bersama fasilitator melakukan analisis terhadap publikasi yang telah dibuat, mengevaluasi ketercapaian tujuan pembelajaran, dan memberikan umpan balik untuk perbaikan di masa mendatang. Kegiatan ditutup dengan tahap diseminasi yang bertujuan untuk menyebarluaskan hasil praktik baik kepada publik, pemangku kepentingan, dan komunitas profesi tata rias pengantin lainnya.

Gambar 4. Tim Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat

Kegiatan ini dipimpin oleh Retno Dwi Lestari, M.Pd. selaku ketua tim pelaksana, dengan anggota tim dosen yaitu Dr. Elais Retnowati, M.Si., Dr. Puji Hadiyanti, M.Si., Elsa Fitri Ana, M.Pd., dan Prof. Dr. Hafid Abbas. Keterlibatan mahasiswa juga menjadi kekuatan utama kegiatan, diwakili oleh Amanda Riva Ramadhania, Ahmad Rofi, Khansa Wafa, dan Muhammad Noufal Afif Rayhan, yang berperan aktif sebagai fasilitator lapangan. Terdapat alumni pula sebagai fasilitator, yaitu Nadya Azzahra, Muhammad Anis Dzulfani Arridho, Fadli Bimantoro. Melalui kolaborasi multipihak ini, pelatihan tidak hanya meningkatkan keterampilan fotografi peserta, tetapi juga memperkuat kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya melalui inovasi pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan.