Majalengka, Humas FIP UNJ — Tim Peneliti dari Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (FIP UNJ) memaparkan hasil kajian dan penyusunan Rencana Aksi Daerah Pengarusutamaan Gender (RAD PUG) Kabupaten Majalengka, dalam sebuah kegiatan resmi yang digelar bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Majalengka.
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara institusi akademik dan pemerintah daerah untuk mendorong pelaksanaan kebijakan kesetaraan gender secara lebih terarah dan terukur dalam pembangunan daerah.
RAD PUG disusun sebagai panduan strategis yang bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan kebijakan kesetaraan gender di Kabupaten Majalengka. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Gender (IPG) terbaru, capaian Kabupaten Majalengka masih berada di angka 87,16, yang berarti kualitas pembangunan manusia perempuan baru mencapai 87,16% dibandingkan dengan laki-laki. Capaian ini masih di bawah rata-rata nasional IPG yang berada di angka 91,5, serta tertinggal dari beberapa daerah seperti Yogyakarta dan Bali yang telah mendekati 95.
“Angka ini menunjukkan masih adanya kesenjangan gender yang cukup serius, terutama dalam tiga dimensi utama: kesehatan, pendidikan, dan standar hidup,” ungkap perwakilan Tim Peneliti FIP UNJ dalam pemaparan tersebut.
Tiga isu kritis yang menjadi fokus dalam penyusunan RAD PUG ini adalah:
- Kesehatan: Tingginya angka kematian ibu (AKI) serta keterbatasan akses perempuan terhadap layanan kesehatan reproduksi.
- Pendidikan: Kesenjangan partisipasi pendidikan antara laki-laki dan perempuan, yang dipengaruhi oleh faktor perkawinan dini, beban domestik, dan keterbatasan akses pendidikan tinggi.
- Ekonomi: Rendahnya partisipasi ekonomi perempuan yang disebabkan oleh ketimpangan upah, dominasi laki-laki di sektor-sektor strategis, dan minimnya akses terhadap peluang wirausaha.
Dalam paparannya, Tim Peneliti FIP UNJ merekomendasikan sejumlah intervensi strategis untuk mengatasi kesenjangan tersebut, antara lain:
- Program kesehatan berbasis gender, seperti Puskesmas ramah perempuan dan program penurunan AKI.
- Pendidikan inklusif dan afirmatif, melalui beasiswa khusus bagi perempuan dan pencegahan putus sekolah.
- Pemberdayaan ekonomi perempuan, seperti pelatihan UMKM dan insentif bagi perusahaan yang mendukung tenaga kerja perempuan.
- Kampanye perubahan budaya dan mindset, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesetaraan gender.
Kepala DP3AKB Kabupaten Majalengka, Gun Gun Mochamad Dharmadi, S.H., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kontribusi FIP UNJ dalam proses penyusunan RAD PUG ini, dan menegaskan bahwa dokumen ini akan menjadi pedoman penting dalam perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi kebijakan pembangunan daerah berbasis gender.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, masyarakat, dan sektor swasta menjadi kunci untuk menutup kesenjangan gender ini. Kami ingin memastikan bahwa perempuan memiliki peran penuh dan setara dalam pembangunan Majalengka,” ujarnya. RAD PUG Kabupaten Majalengka diharapkan menjadi langkah awal yang kuat untuk menciptakan pembangunan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh warga tanpa kecuali.








