Jakarta, 23 Oktober 2025 — Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan kegiatan Studium Generale bertema “Value-Pluralism and Transformative Pedagogies in Higher Education”. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (23/10/2025) melalui Zoom Meeting ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta, terdiri atas dosen dan mahasiswa S1, S2, dan S3.
Sebagai pembicara utama, FIP UNJ menghadirkan Dr. Prof. Emiliano T. Bosio, Ph.D, seorang pakar pendidikan internasional yang dikenal luas atas kontribusinya dalam pengembangan pedagogi kritis dan inklusif. Sesi pemaparan materi dipandu oleh Venna Puspita Sari, S.Pd., M.A yaitu Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta selaku moderator.

Acara ini dibuka dengan sambutan oleh Dr. Anggi Citra Apriliana, M.Pd., selaku Ketua Panitia, yang dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan tentang pentingnya Value-Pluralism dan Transformative Pedagogies dalam pendidikan tinggi. Ia juga menekankan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga harus menumbuhkan nilai, empati, dan kesadaran kritis, mendorong dialog, refleksi, dan tanggung jawab sosial, menghargai keragaman dan perbedaan budaya serta moral, dan menghubungkan teori dan praktik secara bermakna.
Sambutan sekaligus pembukaan resmi kegiatan disampaikan oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, Dr. Aip Badrujaman, M.Pd, yang mengapresiasi kegiatan ini sebagai kegiatan untuk meningkatkan suasana akademik di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta.
Dalam kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Dr. Aip Badrujaman, M.Pd, juga memberikan sambutan hangat kepada pembicara dan peserta yang telah hadir dalam kegiatan Studium General ini. Kemudian kegiatan ini dipandu doa pembuka yang dipimpin oleh Dr. Muh. Takdir, S.Pd., M.Pd.

Pada inti acara, Professor dari Toyo University, Japan tampil sebagai keynote speaker dengan topik “Value-Pluralism and Transformative Pedagogies in Higher Education”. Pada paparannya, beliau menyoroti Global Citizenship Education bertujuan membentuk peserta didik yang memiliki pengetahuan kritis tentang isu global, menghargai keberagaman, serta bertanggung jawab secara etis dan sosial. Pembelajaran ini mengintegrasikan ranah kognitif, sosio-emosional, dan perilaku untuk menumbuhkan kesadaran kemanusiaan, empati, solidaritas, serta motivasi bertindak demi perdamaian dan keberlanjutan.
Acara yang dimoderatori oleh Venna Puspita Sari, S.Pd., M.A. ini berlangsung lancar dan penuh antusias. Peserta aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar Value-Pluralism dan Transformative Pedagogies. Suasana kegiatan menjadi semakin hidup berkat interaksi yang hangat antara narasumber dan para peserta.

Kegiatan Studium Generale ditutup dengan sesi dokumentasi dan apresiasi kepada para pembicara. Melalui kegiatan ini, Fakultas Ilmu Pendidikan menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan yang berorientasi global dan berlandaskan Value-Pluralism. Kegiatan ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam membekali calon pendidik agar lebih empatik, adaptif, dan responsif terhadap dinamika sosial dan tantangan pendidikan abad ke-21. Melalui pemahaman mengenai Value-Pluralism dan Transformative Pedagogies, diharapkan para mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang mendorong terciptanya pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, serta diharapkan mampu menjadi wadah refleksi akademik sekaligus penguatan visi pendidikan yang responsif terhadap dinamika nilai dan keberagaman di era global.





