Jakarta, 5 November 2025. Tim Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama Dinas Pendidikan Kota Bekasi telah menyelesaikan proses pengumpulan data kualitatif terkait kebutuhan, pola pembelajaran, dan model pengelolaan sekolah unggulan melalui studi banding ke SMA Taruna Nusantara. Seluruh hasil kajian dan temuan lapangan tersebut kini sedang dirumuskan dalam Laporan Feasibility Study yang disusun secara kolaboratif.

Diskusi teknis dengan Dinas Pendidikan Kota Bekasi yang diwakili oleh Kabid Dikdas, Ibu Wijayanti, S.Si., M.Si., membahas penyesuaian rencana konsep sekolah unggulan termasuk jumlah rombongan belajar, sistem penerimaan siswa, standar tata kelola, dan penetapan status sekolah yang diharapkan oleh masyarakat menjadi sekolah negeri. Profesor Otib menyampaikan bahwa pembatasan satu rombongan belajar dengan jumlah peserta didik yang sedikit akan berdampak terhadap pemenuhan ketentuan Dapodik serta pemenuhan jam mengajar guru, sehingga perlu proporsi rombel yang proporsional dan inklusif termasuk kemungkinan integrasi jalur SMP/MTs serumpun.
Selain itu, diskusi juga meninjau aspek lokasi. Saat ini terdapat dua opsi yang sedang difinalisasi, yaitu Mustika Sari (5 ha) dan Bantar Gebang (3 ha). Meskipun lokasi Bantar Gebang memiliki tantangan aspek kesehatan karena merupakan kawasan TPA, namun hingga Desember opsi ini masih menjadi kemungkinan terbesar dengan penyesuaian desain kawasan.

Dari sisi pengelolaan, sekolah unggulan Kota Bekasi akan mengadopsi model hybrid kolaboratif: unsur kedisiplinan dan ketahanan fisik melibatkan dukungan unsur militer dan kepolisian, sementara aspek pedagogis akademik akan tetap berada pada kepakaran dan pendampingan UNJ sebagai mitra akademik strategis dalam pengembangan kurikulum, pembelajaran dan standardisasi mutu riset pendidikan.
Pengembangan sekolah unggulan Kota Bekasi memiliki keterkaitan langsung dengan tiga indikator kunci Sustainable Development Goals (SDGs). Pada SDG 4 (Quality Education), fokus indikator yang diperkuat adalah peningkatan kualitas akses pendidikan yang adil, inklusif, dan berstandar global bagi seluruh peserta didik. Pada SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), indikator yang menjadi prioritas adalah pembentukan lulusan yang berdaya saing, produktif, dan siap menghadapi transformasi masa depan dunia kerja. Sementara pada SDG 17 (Partnership for the Goals), indikator utama adalah penguatan kemitraan multipihak melalui kolaborasi strategis antara Pemerintah Daerah, perguruan tinggi, dan mitra profesional sebagai basis tata kelola bersama. Seluruh kerangka implementasi ini akan diwujudkan melalui proses Feasibility Study yang dilaksanakan secara bertahap dan dilaporkan dalam tiga tahapan, yaitu laporan awal, laporan tengah, dan laporan akhir, sebagai bentuk akuntabilitas ilmiah dan tata kelola kolaboratif antara Pemerintah Daerah dan Universitas Negeri Jakarta dalam menyiapkan model sekolah unggulan Kota Bekasi berbasis SDGs.

Pada pertemuan ini, Tim UNJ dipimpin oleh Prof. Dr. Dede Hidayat, M.Pd. sebagai Ketua Tim, dengan anggota Prof. Dr. Otib Satibi, M.Pd., Muhammad Fadholo, M.M., dan Retno Dwi Lestari, M.Pd. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Dekan III FIP UNJ, Dr. Siti Zulaikha, M.Pd. Sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi kebijakan berbasis riset, Laporan Feasibility Study akan disampaikan kepada Pemerintah Daerah dalam tiga tahapan: laporan awal, laporan tengah, dan laporan akhir, sebelum memasuki tahap finalisasi keputusan pembangunan sekolah unggulan Kota Bekasi. Dengan demikian, model ini diharapkan mampu menghasilkan desain sekolah yang unggul secara akademik, berkarakter kebangsaan, ramah lingkungan, inklusif, kredibel, dan selaras dengan arah pembangunan pendidikan nasional berbasis SDGs.





