Berita

International Research in Early Childhood Education Conference (IRECE) 2025 “Play, Learning and Children’s Development: Diversity in Practice”

Jakarta – The International Research in Early Childhood Education Conference (IRECE) 2025 resmi diselenggarakan pada 20–22 November 2025 di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta, dengan tujuan memperkuat kolaborasi global dalam pengembangan ilmu pendidikan anak usia dini serta memperdalam pemahaman mengenai keberagaman praktik bermain dan pembelajaran. Mengusung tema “Play, Learning and Children’s Development: Diversity in Practice,” konferensi ini menjadi ruang dialog bagi para peneliti, pendidik, dan pemangku kepentingan untuk menggali temuan empiris, merumuskan pendekatan pedagogis yang relevan, dan menegaskan kembali peran permainan sebagai fondasi perkembangan anak. Tahun ini, IRECE menghadirkan 90 presenter dan 46 peserta dari 29 institusi Indonesia serta 10 institusi internasional, mencerminkan besarnya perhatian dunia terhadap isu keberagaman dalam pendidikan anak usia dini.

Hari pertama, 20 November 2025, diawali dengan proses registrasi peserta yang berlangsung sebagai tahap awal penyambutan delegasi dari Indonesia maupun mancanegara. IRECE resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, Dr. Aip Badrujaman, M.Pd, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya riset lintas negara sebagai fondasi untuk memperkaya praktik pendidikan anak usia dini di Indonesia. Pembukaan kemudian dilanjutkan dengan report sesi pembuka, yang disampaikan oleh Chairperson IRECE 2025, Assoc. Prof. Liang Li dari Monash University, dan Local Host Chairperson, Assoc. Prof. Ade Dwi Utami dari Universitas Negeri Jakarta. Dalam report tersebut, keduanya menyoroti tujuan utama IRECE 2025 yakni mempertemukan peneliti dan praktisi dari berbagai negara, menguatkan riset berbasis permainan, serta menegaskan peran keragaman budaya dalam membentuk pengalaman belajar anak. Report ini juga menjelaskan struktur konferensi, alur sesi, serta kontribusi kolaboratif antara tuan rumah dan institusi internasional dalam penyelenggaraan konferensi tahun ini.

Acara kemudian berlanjut ke Keynote Speaker 1 oleh Prof. Juliana Campregher Pasqualini, yang membuka diskursus ilmiah mengenai hubungan antara bermain, perkembangan anak, dan praktik pendidikan di berbagai konteks budaya. Seusai sesi akademik tersebut, seluruh peserta diarahkan menuju jamuan malam dan persembahan budaya (gala dinner) sebagai bagian dari rangkaian resmi hari pertama. Pertunjukan Sacred Nusantara, Wonderland Indonesia, dan Tembang Asih Nusantara dipilih untuk menampilkan kekayaan seni Indonesia sekaligus memperlihatkan bagaimana nilai-nilai bermain, kedekatan keluarga, dan praktik pengasuhan tercermin dalam ekspresi budaya lokal. Melalui malam kebudayaan ini, IRECE 2025 tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga membangun pemahaman bahwa pendidikan anak usia dini berakar kuat pada konteks budaya tempat anak tumbuh.

Hari kedua, 21 November 2025, berlangsung dengan agenda ilmiah yang intensif. Sesi pagi dibuka oleh Keynote Speaker 2, Prof. Marilyn Fleer, PhD, FASSA  yang menyoroti bagaimana anak membangun pemahaman konseptual melalui permainan imajinatif, dengan menekankan peran interaksi sosial, alat budaya, dan dinamika imajinasi dalam perkembangan kognitif awal. Setelah itu, rangkaian Parallel Sessions di berbagai ruang mempresentasikan riset kontemporer mengenai pedagogi bermain, asesmen alternatif yang berpusat pada anak, praktik etnoparenting, integrasi teknologi dalam pembelajaran awal, serta berbagai perspektif budaya yang memengaruhi pengalaman anak di lingkungan PAUD.

Selanjutnya, Keynote Speaker 3, Prof. Ditte Winther Lindqvist, membahas perbedaan budaya dalam praktik bermain dan perawatan anak, menekankan bagaimana nilai, kebiasaan, dan pola interaksi keluarga memengaruhi cara anak mengekspresikan kreativitas dan membangun relasi sosial dalam konteks lintas budaya. Sesi berikutnya, Keynote Speaker 4 oleh Prof. Sofia Hartati M, Si dan Assoc. Prof. Ade Dwi Utami Phd, menyoroti peran guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran STEM berbasis bermain imajinatif, dengan menekankan pentingnya perancangan lingkungan belajar yang sensitif terhadap perkembangan anak dan kaya akan kesempatan eksplorasi. Hari kedua ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan teori, praktik, dan analisis kritis, menghadirkan pemahaman yang lebih luas mengenai bagaimana budaya, bermain, dan pedagogi saling membentuk pengalaman belajar anak.

Hari ketiga, 22 November 2025, difokuskan pada penguatan keterampilan metodologis melalui Workshop on Data Analysis yang dipandu oleh Prof. Marilyn Fleer, PhD, FASSA dan Prof. Juliana Campregher Pasqualini. Workshop ini memberikan pendalaman mengenai teknik analisis data berbasis pendekatan kultural-historis serta mendorong refleksi kritis terhadap proses penelitian dalam pendidikan anak usia dini. Setelah sesi inti workshop, konferensi ditutup melalui Closing Remark oleh Ketua IRECE 2025, yang menyoroti pentingnya kesinambungan kerja sama akademik dan pengembangan riset yang peka terhadap konteks dan keberagaman anak. Melalui rangkaian diskusi akademik, presentasi penelitian, dan kolaborasi lintas negara selama tiga hari, IRECE 2025 memperluas cara pandang tentang bagaimana bermain, pembelajaran, dan budaya saling membentuk perkembangan anak usia dini. Konferensi ini menjadi ruang strategis bagi lahirnya gagasan baru yang relevan, berlandaskan bukti ilmiah, dan selaras dengan kebutuhan anak di berbagai konteks pendidikan. IRECE 2025 diharapkan terus menginspirasi penelitian dan praktik pedagogis yang lebih reflektif, kreatif, dan inklusif bagi masa depan pendidikan anak usia dini.

HUBUNGI KAMI :
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta
Gedung Daksinapati, Rawamangun Muka, Jakarta Timur
Telp/Fax. 021-4755115
Website: http://fip.unj.ac.id
e-mail : fip@unj.ac.id
              fipunj@gmail.com