Badan Eksekutif Mahasiswa Prodi (BEMP) Pendidikan Khusus Universitas Negeri Jakarta kembali menyelenggarakan acara tahunan ISEE (In Special Education Euphoria)

Dalam rangka memperingati hari Disabilitas Internasional, Badan Eksekutif Mahasiswa Prodi (BEMP) Pendidikan Khusus Universitas Negeri Jakarta kembali menyelenggarakan acara tahunan ISEE (In Special Education Euphoria) tahun 2025. Berbeda dengan ISEE sebelumnya, ISEE 2025 memiliki tiga rangkaian acara, yaitu

  • Seminar Inklusi yang diadakan pada Selasa, 2 Desember 2025 (Aula Maftuchah Yusuf, Lt.2 Gedung Dewi Sartika)
  • Workshop BISINDO, IGT (ISEE Got Talent), dan SEG (Special Education Gallery) pada 4 Desember 2025 (Aula Maftuchah Yusuf, Lt.2 Gedung Dewi Sartika)
  • SEOC (Special Education on Charity) pada 6 Desember 2025 (Ruang 712, Lt. 7 Gedung RA Kartini)

BEMP Pendidikan Khusus membuka ISEE 2025 dengan menyelenggarakan Seminar Inklusi yang berkolaborasi dengan PKBM Indonesia Berdikari, dengan tujuan memperkuat peran pendidik non-formal dalam mewujudkan pendidikan inklusif yang ramah anak dan berkelanjutan bagi penyandang disabilitas. Mengusung tema sentral “Transformasi Kapasitas Pendidik: Peran Pendidik Dalam Mewujudkan Pendidikan Inklusif Ramah Anak yang Berkelanjutan Bagi Penyandang Disabilitas di Satuan Pendidikan Non-formal”, seminar ini secara khusus memfokuskan diskusi pada tema komunikasi sebagai aksesibilitas pedagogik dalam merealisasikan pendidikan inklusi bagi ABK (Anak Berkebutuhan Khusus). Seminar ini diisi oleh ketiga narasumber hebat: Prof. Dr. Seto Mulyadi, M. Si., Psikolog (Tokoh Perlindungan Anak Indonesia Dan Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) ), Prof. Dr. Totok Bintoro, M. Pd (Guru Besar Ilmu Pendidikan Bahasa Untuk Anak Berkebutuhan Khusus Universitas Negeri Jakarta (Unj) Dan Kepala Badan Pengelola Sekolah (BPS) Labschool UNJ) dan Prof. Dr. Asep Supena, M. Psi. (Guru Besar Ilmu Psikologi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Universitas Negeri Jakarta dan Dosen Pendidikan Khusus FIP UNJ), seminar ini dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik para pesertanya, yaitu para tutor (guru) PKBM/SKB Jakarta Timur yang mayoritas berasal dari latar belakang pendidikan khusus.

Sebagai puncak acara ISEE 2025, BEMP Pendidikan Khusus menyelenggarakan workshop BISINDO yang diisi oleh Alim Syaifuddin dari Salam Tuli UNJ untuk menyebarluaskan pemahaman mengenai cara berkomunikasi dengan para teman tuli. Usai workshop BISINDO, keseruan acara dilanjutkan dengan IGT yaitu acara penampilan bakat oleh ABK dan mahasiswa/i Pendidikan Khusus. Penampilan bakat ini bertujuan untuk memberitahu khalayak ramai bahwa ABK juga mampu berpikir kreatif, serta memiliki hak untuk berkarya dan berprestasi tanpa batas. Di luar aula, diselenggarakan acara SEG yaitu pameran karya seni yang memamerkan karya-karya individu disabilitas baik berupa seni rupa maupun seni kriya bertujuan untuk memperlihatkan karya dan potensi dari individu dengan disabilitas, serta memperlihatkan kepada masyarakat bahwa individu disabilitas juga dapat berpikir kreatif, serta memiliki hak dan potensi untuk berkarya dan ikut bersaing dalam dunia seni yang menjadi penambah kemeriahan perayaan hari disabilitas Internasional tersebut. Kedua acara ini dimeriahkan oleh para peserta didik ABK dari PKBM Indonesia Berdikari, SLB 01, SLB 03, SLB 04, dan SLBN 09 Jakarta.

Acara ISEE 2025 ditutup dengan SEOC (Special Education on Charity) yaitu sebuah acara bakti sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kepekaan sosial terhadap sekolah luar biasa yang kurang tersokong dengan pemberian dukungan ringan terhadap sarana sekolah luar biasa untuk menunjang aktivitas sekolah dimasa mendatang.

Rangkaian acara ini dihadiri oleh 248 peserta dari berbagai kalangan, para pimpinan kampus, serta pejabat Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

BEMP Pendidikan Khusus berharap seluruh rangkaian acara ini dapat;

  • Mewujudkan pemahaman pada masyarakat mengenai lingkungan belajar ramah anak sesuai dengan prinsip hak dasar anak.
  • Mengembangkan keterampilan pada guru dalam menciptakan suasana belajar yang suportif, aman, ramah, dan tidak diskriminatif di kelas inklusif.
  • Mengembangkan pemahaman pada masyarakat mengenai ruang inklusif yang aman dan nyaman bagi ABK.

Memperlihatkan bahwa ABK juga memiliki hak yang sama dalam berkarya dan bahwa keterbatasan tidak menjadi halangan untuk mengasah bakat serta kreativitas.