Prodi Pendidikan Khusus UNJ Selenggarakan Studium Generale: Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus Menghadapi Masa Pubertas

Jakarta, 16 Oktober 2025 — Program Studi Pendidikan Khusus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bekerja sama dengan Asosiasi Profesi Orthopedagogik Indonesia (APOI) DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan Studium Generale bertema “Kesehatan Reproduksi Anak Berkebutuhan Khusus: Membimbing Perubahan Fisik pada Masa Pubertas dengan Edukasi Inklusif.” Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (16/10/2025) di Aula Maftuchah Yusuf, Gedung GDS Lt. 2, Kampus A UNJ ini dihadiri oleh lebih dari 300 peserta, terdiri atas dosen, mahasiswa, dan praktisi pendidikan dari berbagai perguruan tinggi, baik secara luring maupun daring melalui Zoom.

Acara dibuka dengan penuh semangat oleh ketua pelaksana, Dr. Hartini Nara, M.Si, yang dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa dan pendidik dalam memahami pentingnya pendampingan anak berkebutuhan khusus (ABK) menghadapi masa pubertas. Ia menekankan bahwa pemahaman tentang pendidikan kesehatan reproduksi bagi ABK perlu terus diperkuat, agar anak dapat tumbuh dengan percaya diri dan memahami perubahan dirinya secara positif.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Koordinator Program Studi Pendidikan Khusus, Dr. Indra Jaya, M.Pd, yang mengapresiasi kolaborasi antara UNJ dan APOI DKI Jakarta dalam menghadirkan ruang belajar yang reflektif dan inspiratif. Ia berharap kegiatan ini mampu membuka wawasan baru bagi mahasiswa calon pendidik khusus untuk menjadi pendamping yang sensitif terhadap kebutuhan perkembangan anak.

Dalam kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Dr. Aip Badrujaman, M.Pd, juga memberikan sambutan hangat. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan praktisi pendidikan dalam mengembangkan inovasi pembelajaran yang inklusif dan holistik. Setelah itu dilanjutkan  pembukaan resmi kegiatan oleh Wakil Dekan I, Dr. Karta Sasmikta, Ph.D, yang secara simbolis menandai dimulainya sesi utama Studium Generale. Acara rangkaian ini ditutup dengan doa pembuka dipimpin oleh Marja, M.Pd.

Memasuki inti acara, Prof. Dr. Sujarwanto, M.Pd, pakar pendidikan khusus dari Universitas Negeri Surabaya, tampil sebagai keynote speaker dengan topik “Peran Pendidikan Khusus dalam Menjawab Tantangan Masyarakat Inklusif.” Dalam paparannya, beliau  menyoroti pentingnya kesiapan pendidik dan lembaga dalam mengembangkan layanan pendidikan yang tidak hanya akademik, tetapi juga memperhatikan perkembangan sosial dan emosional anak berkebutuhan khusus.

Sesi kemudian dilanjutkan oleh narasumber utama, Prof. Dr. Endang Rochyadi, M.Pd, pakar pendidikan khusus dari Universitas Negeri Jakarta. Dalam pemaparannya, beliau menekankan urgensi pendidikan kesehatan reproduksi bagi ABK sebagai bagian penting dari pendidikan inklusif.

“Pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas menjadi hal yang paling penting untuk terus dikembangkan melalui riset, guna membantu anak berkebutuhan khusus beradaptasi dengan lingkungannya,” ujar Prof. Endang.

Acara yang dimoderatori oleh Mayasari Manar, M.Pd ini berlangsung dinamis. Peserta aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar penerapan Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas (PKRS) di sekolah-sekolah inklusif. Interaksi yang hangat antara narasumber dan peserta menambah semarak suasana kegiatan.

Kegiatan Studium Generale ditutup dengan sesi dokumentasi dan apresiasi kepada para pembicara. Melalui kegiatan ini, Prodi Pendidikan Khusus UNJ menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan inklusif yang memperhatikan seluruh aspek perkembangan anak, termasuk kesehatan reproduksi dan kesiapan menghadapi masa pubertas. Kegiatan ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam membekali calon pendidik agar lebih empatik, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan anak berkebutuhan khusus.