Prodi PKH UNJ Ikuti Temu Kolegial, Workshop Pendidikan Khusus, dan Konferensi ICIEQ di Universitas Sebelas Maret, Surakarta

25 November 2025 – Program Studi Pendidikan Khusus (PKh), Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan Temu Kolegial, Workshop Pendidikan Khusus/Pendidikan Luar Biasa (PKh/PLB), dan International Conference on Inclusive Education Quality (ICIEQ) dengan tema “Quality of Inclusive Education on Sustainable Development Goals”. Acara ini berlangsung pada 23–25 November 2025 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, bekerja sama dengan Asosiasi Profesional Orthopedagogik Indonesia (APOI). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jurusan dan program studi Pendidikan Khusus (PKh) maupun Pendidikan Luar Biasa (PLB) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, mengingat beberapa kampus masih menggunakan nomenklatur PLB sebagai bagian dari struktur akademiknya. Selain itu, hadir pula perwakilan internasional dari INTI University, Malaysia, yang memperkaya perspektif global dalam diskusi dan kolaborasi pengembangan pendidikan inklusif.

Dalam forum Temu Kolegial PKh/PLB se-Indonesia, sejumlah agenda strategis dibahas untuk memperkuat arah pengembangan pendidikan khusus di tanah air. Topik yang dibahas mencakup 1) Penyelarasan Kurikulum PKh/PLB tingkat S1, S2, dan S3 secara nasional, termasuk kesetaraan capaian pembelajaran, profil lulusan, dan kebutuhan kompetensi sesuai perkembangan IPTEKS dan tuntutan pendidikan inklusif abad ke-21; 2) Penyelenggaraan Seminar Internasional bersama yang akan menjadi wadah berbagi praktik baik, hasil penelitian, serta kolaborasi antarperguruan tinggi dan mitra internasional; 3) Pembentukan Tim Kepakaran pada setiap Kajian Kekhususan, seperti tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, autisme, gifted, dan bidang lain yang menjadi fondasi keilmuan PKh/PLB; 4) Pemilihan Ketua Forum Koordinator Program Studi PKh/PLB Se-Indonesia sebagai langkah penguatan kelembagaan forum, termasuk pengelolaan agenda nasional yang menyangkut kurikulum, akreditasi, riset, dan kemitraan akademik. Pembahasan ini menegaskan pentingnya membangun standar kompetensi dan kurikulum yang adaptif serta responsif terhadap kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus di Indonesia.

Rangkaian workshop menghadirkan pakar pendidikan khusus, peneliti, dan praktisi baik dari Indonesia maupun luar negeri. Fokus workshop inovasi pedagogi dan teknologi adaptif, FAQ Pendidikan Inklusif dan Perumusan Peta Jalan Pendidikan Inklusi dan Pendidikan Khusus 2025-2029. Sementara itu, konferensi internasional ICIEQ menjadi ruang ilmiah bagi para akademisi, termasuk delegasi dari INTI University, untuk mempresentasikan hasil penelitian dan mengembangkan jejaring riset lintas negara. Tema besar konferensi menekankan pentingnya pendidikan inklusif yang berkualitas sebagai bagian dari pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada isu kesetaraan, akses pendidikan, dan inklusi sosial.

Dr. Indra Jaya, M.Pd., Koordinator Program Studi PKh UNJ, menyampaikan bahwa keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas layanan akademik, meningkatkan kompetensi dosen, serta memperluas jejaring kerja sama penelitian baik di tingkat nasional maupun internasional  .Beliau menegaskan bahwa sinergi antara PKh dan PLB di seluruh Indonesia, dengan dukungan mitra global seperti INTI University, akan semakin mempercepat kemajuan pendidikan inklusif di Indonesia. Keikutsertaan PKH UNJ dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkokoh kontribusi UNJ dalam, pengembangan kurikulum PKh/PLB yang responsif, inovasi pembelajaran ramah disabilitas, penguatan kolaborasi riset nasional–internasional, serta mendorong arah baru pendidikan inklusif yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Kegiatan Temu Kolegial, Workshop PKh/PLB, dan ICIEQ 2025 di UNS menjadi bukti kuatnya komitmen perguruan tinggi Indonesia bersama mitra internasional untuk menghadirkan pendidikan inklusif yang berkualitas dan berkelanjutan.