BK FIP UNJ Terima Kunjungan BNN dan Delegasi Quezon City, Filipina: Benchmarking Internasional Perkuat Program Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA di Indonesia dan Filipina

Jakarta, 30 Juli 2025 — Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta (FIP UNJ) menjadi tuan rumah dalam kegiatan benchmarking internasional yang mempertemukan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), delegasi Quezon City Anti-Drug Abuse Advisory Council (QCADAAC), serta sivitas akademika FIP UNJ. Acara ini berlangsung secara hybrid di Ruang Sidang, Lantai 2, Gedung Daksinapati, Kampus UNJ, Jakarta.

Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam kolaborasi strategis antara BNN RI, Quezon City, dan UNJ dalam mendukung adaptasi dan implementasi Family United Programme ke dalam Program Ketahanan Keluarga di Indonesia. Kunjungan ini sekaligus menjadi forum berbagi pengalaman, hasil riset, dan praktik baik dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba berbasis keluarga.

Acara dihadiri oleh perwakilan BNN RI, delegasi Quezon City dari Filipina, Sekertaris Universitas, Kepala Kantor Urusan Internasional UNJ, Dekanat FIP UNJ, mahasiswa, alumni, serta para guru bimbingan dan konseling dari berbagai sekolah. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ, Dr. Aip Badrujaman, M.Pd., menyampaikan rasa bangga atas terlaksananya kegiatan ini.

“Hari ini merupakan momen yang membanggakan bagi institusi kami, karena kami menerima delegasi dari Quezon City untuk melakukan kunjungan pembandingan mengenai implementasi program pencegahan penyalahgunaan narkoba di Indonesia, dengan fokus khusus pada Program Family UNited. Agenda kita hari ini bukan hanya kesempatan untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga untuk membangun kerja sama dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. Kami merasa terhormat dan bersemangat untuk belajar satu sama lain. Atas nama Universitas Negeri Jakarta, saya menyampaikan sambutan hangat dan apresiasi yang tulus. Semoga kunjungan ini menjadi langkah maju yang berarti dalam misi bersama kita untuk membangun masyarakat yang lebih sehat dan lebih aman bagi generasi mendatang.”

Program Family UNited sendiri telah menjadi bagian penting dari program pencegahan penggunaan NAPZA berbasis keluarga di Indonesia sejak tahun 2019, ketika Program Studi Bimbingan dan Konseling FIP UNJ dipercaya menjadi mitra riset bersama BNN RI dan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).

Implementasi awal program ini dimulai di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur oleh fasilitator dan praktisi pencegahan yang telah mendapatkan pelatihan dari UNODC. Seiring waktu, program ini berkembang luas ke berbagai kabupaten dan kota, dan pada tahun 2023 telah menjadi bagian dari implementasi riset di wilayah Jabodetabek.

Family UNited Programme kini menjadi cikal bakal Program Ketahanan Keluarga Indonesia, mencerminkan komitmen nasional untuk menjadikan keluarga sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Kehadiran Quezon City Anti-Drug Abuse Advisory Council (QCADAAC) di Universitas Negeri Jakarta bertujuan untuk mengadaptasi Program Ketahanan Keluarga yang telah dikembangkan di Indonesia. Melalui kunjungan ini, QCADAAC ingin mempelajari bagaimana Family UNited Programme berhasil diimplementasikan dalam konteks sosial dan budaya Indonesia, khususnya melalui kolaborasi antara BNN, UNODC, dan Program Studi Bimbingan dan Konseling FIP UNJ. Mereka melihat potensi besar untuk mereplikasi pendekatan berbasis keluarga ini di Filipina sebagai upaya memperkuat strategi pencegahan penyalahgunaan narkoba yang lebih menyentuh akar permasalahan di tingkat komunitas.

Kegiatan benchmarking ini menegaskan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan mitra internasional dalam menciptakan pendekatan pencegahan penyalanggunaan NAPZA yang lebih efektif, kontekstual, dan berkelanjutan dalam melindungi generasi muda Indonesia.