Sebanyak 128 mahasiswa Bimbingan dan Konseling (BK) angkatan 2025 mengikuti kegiatan Pelatihan Penulisan Kisah Diri yang diselenggarakan pada Rabu, 18 Februari 2026, bertempat di Aula Maftuchah Yusuf, Gedung Dewi Sartika, Kampus A Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Kegiatan ini menjadi bagian dari fasilitasi akademik Program Studi sebagai pengantar mata kuliah Kajian Budaya dalam Pendidikan yang akan ditempuh mahasiswa pada semester mendatang.
Acara dibuka oleh Koordinator Program Studi Bimbingan dan Konseling, Dr. Karsih, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk komitmen Prodi dalam mempersiapkan mahasiswa tidak hanya secara akademik, tetapi juga secara personal dan reflektif. Penulisan kisah diri dinilai sebagai langkah awal penting untuk membangun kesadaran diri mahasiswa sebagai calon guru BK yang profesional dan berintegritas.
Kegiatan ini dirancang dalam beberapa sesi utama yang saling berkesinambungan. Sesi pertama bertajuk “Pentingnya Tulisan Kisah Diri dalam Bimbingan dan Konseling” disampaikan oleh Dr. Susi Fitri, M.Si, Kons (Dosen BK FIP UNJ). Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa instrumen dan tools utama seorang guru BK atau konselor sekolah adalah “diri” konselor itu sendiri. Oleh karena itu, konselor perlu memiliki kesadaran reflektif dan kemampuan melihat persoalan dari berbagai sudut pandang. Ia menekankan pentingnya memiliki “lensa lain” dalam memahami permasalahan siswa atau konseli, bukan semata-mata menggunakan lensa pengalaman pribadi. Dalam perjalanan profesinya, seorang konselor akan banyak berjumpa dengan “dirinya yang lain” melalui beragam latar belakang dan dinamika kehidupan siswa. Kesadaran inilah yang perlu terus diasah melalui proses menulis dan refleksi diri.
Sesi kedua dan seterusnya disampaikan oleh Dr. Irsyad Ridho M.Hum (Dosen Sastra Indonesia FBS UNJ), membahas “Bagaimana Menulis Kisah Diri” pada sesi ke dua, “Memahami Struktur Cerita: Cerita sebagai Penuturan Rangkaian Peristiwa” pada sesi ke tiga dan “Menumbuhkan Refleksi: Melihat Orang Lain, Menatap Diri Sendiri” pada sesi ke empat. Sebagai penutup, mahasiswa melakukan praktik langsung menulis kisah diri. Hasil tulisan kemudian direview untuk memberikan umpan balik konstruktif terhadap kedalaman refleksi, struktur narasi, serta makna yang dibangun dalam tulisan.
Pelatihan ini memiliki tujuan strategis dalam pembentukan kompetensi calon guru BK. Profesi konselor menuntut kematangan pribadi, kemampuan refleksi, serta kesadaran terhadap nilai dan bias diri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teknik menulis, tetapi juga berlatih mengenali diri, memahami pengalaman hidupnya, serta membangun perspektif yang lebih luas dalam memandang calon konseli di masa depan.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan menyenangkan. Hal ini terlihat dari partisipasi aktif mahasiswa dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tertulis yang diberikan setelah mereka membaca contoh tulisan, kesungguhan saat praktik menulis, serta respons positif yang disampaikan selama sesi berlangsung. Mahasiswa menyampaikan bahwa kegiatan ini membantu mereka lebih memahami diri sendiri sebab melalui sesi praktik menulis mereka dapat menaruhkan hidup mereka ke dalam sebuah tulisan dan peran yang kelak akan mereka emban sebagai guru BK atau konselor sekolah.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Program Studi Bimbingan dan Konseling FIP UNJ berharap mahasiswa angkatan 2025 semakin siap memasuki perkuliahan semester berikutnya dengan bekal kesadaran reflektif yang kuat, sebagai fondasi utama dalam praktik bimbingan dan konseling yang humanis dan profesional.






