Gambar 1. Pemaparan materi pembekalan kewirausahaan dalam rangkaian acara Class of PMW x PWN Roadshow 2026.
Gambar 2. Tim UBECOOKIE berfoto bersama rekan-rekan usaha lainnya yang tergabung dalam Tim 1
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berhasil mengikuti kegiatan Class of PMW x PWN Roadshow 2026 yang dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026 di Aula Latief, Gedung Dewi Sartika, Lantai 2, Universitas Negeri Jakarta. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembekalan bagi mahasiswa yang berhasil masuk dalam Top 25 PMW UNJ untuk memperdalam wawasan kewirausahaan, khususnya dalam bidang brand management, pengembangan bisnis, dan keberlanjutan usaha. Kegiatan ini mengusung konsep kolaboratif bersama PWN (Pengusaha Wirausaha Nasional), di mana tim UBECOOKIE tergabung dalam Tim 1 bersama beberapa rekan usaha lainnya, yaitu Sweeshi, Recarrot Crunch, Bondo Bites, dan Morkies. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yaitu Kak Tejasari Asad dan Kak Diqhon Nadaamist.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan acara, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UNJ sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai nasionalisme dan identitas akademik kampus. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Pelaksana PMW UNJ 2026, perwakilan PWN, serta pihak Subdirektorat Kemahasiswaan dan Alumni yang sekaligus secara resmi membuka rangkaian kegiatan Class of PMW x PWN Roadshow 2026. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja melalui inovasi dan pengembangan jiwa kewirausahaan.
Memasuki agenda berikutnya, dilakukan penyerahan bingkisan dari PMW UNJ 2026 kepada perwakilan PWN sebagai bentuk apresiasi dan simbol terjalinnya kolaborasi yang baik antara kedua pihak. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama seluruh panitia, narasumber, dan peserta kegiatan.
Sebelum memasuki sesi pemaparan materi, peserta terlebih dahulu mengerjakan pre-test guna mengukur pemahaman awal terkait manajemen bisnis dan pengembangan usaha. Setelah itu, moderator memperkenalkan kedua narasumber yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Gambar 3. Sesi diskusi interaktif bersama narasumber Kak Tejasari Asad dan Kak Diqhon Nadaamist
Pada sesi pertama, Kak Tejasari Asad membagikan pengalaman perjalanan bisnis yang telah dibangun sejak awal merintis usaha. Beliau menjelaskan bahwa bisnis dapat dimulai dari hal sederhana, termasuk dari hobi, minat, dan passion yang dimiliki seseorang. Dalam pemaparannya, Kak Tejasari menjelaskan tiga usaha yang berhasil ia kembangkan, yaitu Tatadana sebagai usaha konsultan keuangan personal yang menjadi bisnis pertamanya, Merapi Mountain yang dibangun bersama suaminya dengan fokus pada penjualan perlengkapan pendakian gunung, serta Hydro Mart yang bergerak di bidang perdagangan.
Lebih lanjut, Kak Tejasari Asad menekankan bahwa modal usaha tidak selalu berbentuk uang. Menurut beliau, kemampuan, relasi, pengalaman, dukungan keluarga, hingga lingkungan pertemanan juga merupakan bentuk modal yang sangat berpengaruh dalam membangun usaha. Selain itu, beliau juga menyoroti pentingnya memahami risiko bisnis, memiliki pengelolaan keuangan yang baik, serta fokus terhadap pengembangan usaha agar bisnis dapat bertahan di tengah persaingan yang semakin kompetitif. Dalam pemaparannya, peserta juga diajak memahami pentingnya bergabung dalam komunitas sebagai ruang untuk memperluas relasi, memperoleh pengalaman, serta belajar dari pelaku usaha lainnya.
Pada sesi berikutnya, Kak Diqhon Nadaamist selaku CEO dan Founder Cleansheet membawakan materi mengenai Brand Management and Sustainability Business. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan pentingnya membangun identitas merek yang kuat dan berkelanjutan di tengah perkembangan pasar yang semakin dinamis. Kak Diqhon juga membagikan pengalaman sebagai entrepreneur sejak masa perkuliahan dengan memulai usaha jasa kebersihan secara mandiri hingga berkembang dan memperoleh omzet mencapai miliaran rupiah.
Tidak hanya membahas strategi bisnis, Kak Diqhon Nadaamist juga menekankan pentingnya manajemen waktu bagi mahasiswa yang ingin menjalankan usaha sambil menempuh pendidikan. Menurut beliau, banyak mahasiswa memiliki ide dan potensi bisnis, tetapi belum mampu mengelola waktu dan konsistensi dalam menjalankan usaha. Oleh karena itu, kemampuan mengatur prioritas, menjaga komitmen, dan membangun disiplin menjadi faktor penting dalam mempertahankan bisnis secara berkelanjutan.
Setelah kedua narasumber selesai menyampaikan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi secara langsung mengenai strategi memulai usaha, pengembangan merek, pengelolaan bisnis, hingga tantangan mempertahankan usaha di tengah perubahan tren pasar. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan, mulai dari persoalan membangun relasi bisnis, kesiapan mental dalam menghadapi kegagalan, hingga cara menjaga konsistensi usaha di tengah kesibukan perkuliahan.
Materi yang disampaikan oleh kedua narasumber berlangsung secara interaktif dan mendapat respons positif dari peserta. Diskusi yang berlangsung tidak hanya membahas keuntungan bisnis semata, tetapi juga menyoroti pentingnya kemampuan adaptasi, keberanian mengambil risiko, serta kesiapan menghadapi dinamika dunia usaha yang terus berkembang.
Setelah sesi diskusi selesai, peserta mengerjakan post-test sebagai bentuk evaluasi terhadap pemahaman materi yang telah diberikan selama kegiatan berlangsung. Acara kemudian ditutup secara resmi oleh panitia dengan harapan bahwa kegiatan ini mampu menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan kapasitas mahasiswa dalam bidang kewirausahaan.
Gambar 4. Sesi foto bersama seluruh peserta, narasumber, dan panitia kegiatan di Aula Latief, Gedung Dewi Sartika
Dengan berakhirnya rangkaian Class of PMW x PWN Roadshow 2026, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi juga mampu mendorong mahasiswa untuk usaha, memahami tantangan bisnis, serta membangun pola pikir wirausaha yang adaptif dan berkelanjutan. Pelaksanaan Class of PMW x PWN Roadshow ini juga merupakan bukti konkret kontribusi universitas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Bermutu). Dengan membekali mahasiswa keterampilan brand management dan keberlanjutan usaha, program ini membantu melahirkan pengusaha muda yang kuat, yang pada akhirnya akan berkontribusi terhadap pencapaian SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan menciptakan lapangan kerja yang inovatif.
Dengan melalui pengalaman dan informasi yang dibagikan oleh para narasumber, mahasiswa diajak memahami bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh modal finansial, tetapi juga oleh konsistensi, keberanian mengambil risiko, kemampuan dalam menjalin hubungan, serta kesiapan untuk menghadapi perubahan dalam sektor usaha.





